MULAI SA’AT INI DETIK INI STOPPPP…..!!!! INILAH DAFTAR MAKAN-MAKANAN RINGAN YANG SANGAT...

MULAI SA’AT INI DETIK INI STOPPPP…..!!!! INILAH DAFTAR MAKAN-MAKANAN RINGAN YANG SANGAT BERBAHAYA BAGI KEESEHATAN… {{ SEBARKAN JIKA ANDA PEDULI DENGAN SESAMA }}

553

Daftar Minuman Ringan Berbahaya2 Rilis POM 2009 - 9trendingtopic
Saat ini jumlah minuman enteng yang dijual sangatlah banyak dan beranekaragam dengan berbagai jenis rasa dan aroma. Semua produk itu sama-sama bersaing keduanya dalam memperebutkan pelanggan.

Namun tahukah anda bila sebagian besar minuman enteng itu begitu beresiko untuk anak anda? Satu instansi di bagian kesehatan bahkan sudah merilis beberapa merk product minuman yang perlu dijauhi.

Dalam artikel gudanginfo. net kesempatan ini kita bakal membahas beberapa bahaya konsumsi minuman ringan dengan harapan setiap orang terlebih ayah dan Ibu yang mempunyai anak bisa menghindari anaknya dari minuman itu.

Kandungan Gula Dalam Minuman Kemasan dan Bahayanya

Seperti kita ketahui gula buatan atau pemanis yaitu musuh paling utama badan manusia. Sangat banyak mengkonsumsinya akan merusak kesehatan dan menyebabkan ketahanan badan melemah.

Photo dibawah memperlihatkan jumlah kandungan gula dalam sebagian paket product minuman ringan. Pada minuman teh instan dapat terdapat lebih dari 5 sendok teh gula! jumlah ini sangatlah banyak mengingat kita juga konsumsi nasi putih setiap hari yang juga mengandung gula tinggi.

Seseorang anak berumur 1-3 th. bisa mengonsumi sampai 5 sendok teh gula/hari atau setara dengan 80 kalori bila satu sendok teh gula mengandung 16 kalori, sesaat anak 4-6 th. bisa konsumsi sampai 8 sendok teh/hari atau setara dengan 128 kalori (Sumber) atau setara dengan 10% dari kandungan gizi yang dikonsumsi.

Bahaya Minuman Enteng dengan jumlah gula berlebih

Gula memanglah manis dan menyenangkan, namun efeknya pada badan apabila dikonsumsi terlalu berlebih begitu beresiko. Gula yaitu penyebab nomor satu diabetes, obesitas, dan rusaknya gigi. Sayang, kan, bila anak-anak kita yang lucu dan manis giginya menghitam dan bolong? Dan tentu sahabat ayodibaca. com tidak tega bila anaknya mengeluh sakit gigi lantaran konsumsi gula berlebihan.

Diabetes pada anak juga bukanlah mitos belaka. Di Amerika Serikat bahkan juga hingga 30% anak menderita diabetes. Bapak dan bunda yang sayang anak, pantau konsumsi gula anak-anaknya, yah. Terlebih dari minuman- minuman fresh.

Kandungan Air Dalam Minuman Paket dan Bahayanya

Wajarnya anak memerlukan 10-15% air dihitung dari berat tubuhnya. Dalam Widyakarya Pangan Nasional Indonesia 2013, dirumuskan sebagai berikut anak umur 0, 5-1 th. keperluan airnya 800 mililiter, umur 1-3 th. sejumlah 1. 200 mililiter, umur 4-6 th. sejumlah 1. 500 mililiter dan umur 7-9 th. sejumlah 1. 900 mililiter (sumur). Oh ya, air disini air putih, bukanlah air yang lain.

Adakah resikonya air mineral? Sepanjang bersih dan tak di beri tambahan macam-macam, air mineral yaitu minuman yang terbaik untuk badan kita serta nyaris tanpa ada efek sampng.

Dampaknya baru nampak bila kita sangat minum air hingga perut jadi jadi kembung dan alami hyphonatermia, namun masalah itu begitu jarang dan umumnya terjadi pada olahragawan.

Kandungan Cafein Dalam Minuman Kemasan dan Bahayanya

Cafein memanglah bukan cuma terdapat dalam kopi. Minuman lain seperti teh, soda, dan minuman tambah energi, bahkan juga dalam minuman yang dikira tidak berbahaya seperti susu cokelat dan minuman cokelat.

Walau sangat tidak disarankkan, ada batas toleransi untuk anak untuk mengkonsumsi cafein sebagai berikut :
Empat hingga enam th. : 45 mg
Tujuh hingga sembilan th. : 62 mg
Sepuluh sampai 12 th. : 85 mg (parenting. co. id)

Bahaya Minuman Ringan berkafein :

Kafein yaitu stimulan yang dapat memicu debaran jantung. Kelebihan kafein bisa menyebabkan debar jantung dan sulit tidur. Cafein juga menyebabkan kegelisahan, obesitas dan masalah perut.
Kandungan Tanin Dalam Minuman Kemasan dan Bahayanya

Tanin mungkin lebih dikenal pada rokok. Padahal, tanin juga bisa ditemukan dalam teh. Kalau sobat ayodibaca.com minum teh pahit, pasti sering terasa sepet/kesat di tenggorokan kan? Yang sobat rasakan itulah yang disebut tanin. Untuk anak-anak, tanin sangat tidka disarankan dan batas toleransinya adalah dua gelas sehari.

Meski tanin dalam teh baik untuk antioksidan, tanin juga memiliki sifat yang dapat mengikat zat besi. Zat besi sangat penting dalma pembentukan darah, sehingga kekurangan zat besi dapat menyebabkan sayamia. Untuk amannya, kalau sobat ayodibaca.com membuatkan teh untuk anak, jangan terlalu lama dicelup/terlalu pekat. Semakin pekat maka semakin tinggi kandungan taninnya.

Kandungan Soda Dalam Minuman Kemasan dan Bahayanya

Wah pasti nikmat banget panas-panas minum soda yang dingin, ada nyes-nyesnya di lidah, terus ke tenggorokan. Bocah-bocah juga sulit menahan godaan dari minuman satu ini, dan kalau ke restoran cepat

saji rasanya kurang afdol kalau enggak pake minuman ini.

Masalah bahaya, rasanya tidak perlu diperdebatkan lagi tidak ada anjuran berapa banyak soda yang boleh diminum ana-anak alias, harus dihindari total. jadi selama belum berkenalan

dengan soda, baiknya anak-anak tidak diperkenalkan pada minuman ini.

Bahaya Minuman Ringan (bersoda)

Tapi, harus dibedakan antara soda yang sudah dicampur dengan segala macam hingga menjadi minuman soda yang kita kenal dengan soda yang hanya berupa carbonated water.

Air soda pada dasarnya hanya air mineral yang diberi CO2, namun dalam minuman ringan, ditambahkan lagi sirup jagung, caramel, pewarna, dan pemanis yang menjadikannya berbahaya, baik itu untuk tulang, gigi, dan menyebabkan diabetes serta obesitas. Dapat juga menyebabkan masalah pada ginjal anak maupun dewasa.

Kandungan Sirup Jagung Dalam Minuman Kemasan dan Bahayanya

Nah mungkin inilah raja daripada minuman berbahaya! Sirup jagung adalah pemanis buatan yang banyak digunakan dalam minuman kemasan karena harganya yang lebih murah dan lebih manis. Tidak seperti gula biasa yang mengandung glukosa, sirup jagung mengandung fruktosa yang lebih berbahaya karena menyebabkan obesitas lebih cepat.

Sirup Jagung Tinggi Fruktosa (HFCS – high-fructose corn syrup) adalah pemanis berkalori yang diperoleh dari jagung. Bahan ini cocok untuk beragam minuman dan makanan yang mencakup sereal siap makan, produk daging, saus, bumbu, minuman ringan, dan minuman lainnya.

Walaupun HFCS telah menggantikan sukrosa pada banyak makanan dan minuman jadi di Amerika Serikat, tapi sukralosa tetap menjadi pemanis utama yang digunakan di negara itu dan di seluruh dunia.

Komposisi, Keamanan dan Metabolisme

Sirup jagung tinggi fruktosa disebut demikian untuk membedakannya dari sirup jagung biasa. Sirup jagung biasa mengandung glukosa 100%, yang hanyamanisnya hanya sekitar 65% dengan sukrosa (gula pasir).

Pada tahun 1970-an, peneliti pangan mempelajari cara mengubah sebagian glukosa pada sirup jagung menjadi fruktosa, yang lebih manis daripada glukosa. Pemanis yang dikembangkan untuk penggunaan pada minuman ringan memiliki tingkat kemanisan yang sebanding dengan sukrosa dan disebut dengan HFCS55 karena berisi 55% fruktosa.

Sekalipun namanya mungkin menyiratkan bahwa HFCS adalah relatif “tinggi” fruktosa terhadap sukrosa, tapi sebenarnya tidak demikian. Sukrosa mengandung 50% fruktosa dan 50% glukosa, yang sangat mirip dengan komposisi HFCS55 yang 55% fruktosa dan 45% glukosa.

Karena banyak minuman ringan mengandung sekitar 10 gram pemanis per 100 ml, perbedaan kecil dalam kadar fruktosa antara HFCS55 dan sukrosa berarti hanya 1,25 gram tambahan fruktosa per 250 ml (sekitar 8,33 fl. oz.) bila menggunakan HFCS55.

Sirup jagung tinggi fruktosa mendapat status “Diakui Aman Secara Umum” (GRAS – Generally Recognized as Safe) oleh U.S. Food & Drug Administration (FDA) pada tahun 1983. Bahan ini aman untuk dikonsumsi semua kalangan, termasuk anak-anak serta ibu hamil dan menyusui.

HFCS diserap dan dimetabolisme oleh tubuh dengan cara yang persis sama dengan sukrosa, dan seperti sukrosa, HFCS menghasilkan 4 kalori (17 kilojoule) per gram atau 16 kalori per sendok teh.

HFCS: Memahami Kontroversi dan Ilmunya
Kecemasan konsumen Amerika Serikat terhadap HFCS merebak pada tahun 2004, setelah perhatian media yang sangat luas atas komentar yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition (AJCN) tentang HFCS dan obesitas yang menduga bahwa perbedaan kemanisan kandungan fruktosa atau nilai rasa kenyang HFCS dengan sukrosa dapat dikaitkan dengan laju obesitas yang meningkat di Amerika Serikat.

Setelah itu, banyak artikel penelitian diterbitkan oleh ilmuwan lain yang membenarkan bahwa HFCS tidak “lebih manis’’ atau dimetabolisme secara berbeda dengan sukrosa, dan bahwa bahan ini memiliki efek pada kadar insulin dan sinyal tubuh untuk rasa kenyang yang sama dengan sukrosa.

Walaupun salah satu penulis-bersama artikel AJCN itu belakangan menjelaskan bahwa komentar tersebut ditujukan hanya untuk memancing diskusi ilmiah dan bahwa teori yang disajikan ternyata salah, keraguan yang tertanam di pikiran konsumen dan media tetap bertahan dan agak sulit diubah.

Pada tahun 2008, American Medical Association (AMA) mengkaji penelitian yang relevan sehubungan dengan HFCS untuk menjawab kecemasan konsumen mengenai pemanis ini. Di dalam pernyataannya, AMA mencatat bahwa, “Karena komposisi HFCS dan sukrosa serupa, khususnya mengenai penyerapan oleh tubuh, tampaknya HFCS cenderung tidak berkontribusi kepada obesitas atau kondisi lainnya secara lebih besar dibandingkan sukrosa.”

Akan tetapi, AMA juga mendorong penelitian independen tentang efek kesehatan HFCS dan pemanis lainnya dan menyarankan agar konsumen membatasi semua pemanis berkalori yang ditambahkan guna mengikuti saran dari Pedoman Gizi Warga Amerika.

Otoritas kesehatan yang disegani setuju bahwa obesitas adalah masalah serius dan disebabkan oleh banyak faktor rumit yang saling terkait di antaranya konsumsi kalori berlebihan, gaya hidup kurang gerak, genetika, masalah-masalah psikologis, lingkungan, dan sosial.

Saat ini, sebagian besar pakar setuju bahwa HFCS dan sukrosa begitu serupa, sehingga mengganti yang satu dengan yang lainnya tidak akan berdampak beda pada obesitas atau kesehatan.Tentu saja, semua kalori berperan, baik itu dari sukrosa, HFCS, maupun sumber lainnya.

Sayangnya, kebingungan dan kekhawatiran konsumen tentang HFCS tetap ada karena kurangnya pemahaman tentang arti namanya, komposisinya yang sesungguhnya, dan kemiripannya dengan sukrosa.

Kesimpulan

Minuman ringan seharusnya dihindari atau setidaknya dikurangi asupannya. Dampak buruk minuman ini memang tidak langsung terlihat tapi dalam jangka panjang tubuh jadi mudah sakit dan beraneka macam penyakit dapat muncul.

Minuman terbaik adalah air mineral. Meskipun tidak manis tapi air mineral mengandung banyak enzim yang dibutuhkan tubuh untuk perkembangan dan regenerasi sel. Para orang tua perlu menyadari bahawa minuman ringan dan mulai membatasi asupan pada anak-anaknya.

Semoga bermanfaat…

Comment

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY